Jogi Thakur yang tiba ke kantor polisi dan tau apa yg dialami Mukta serta apa yang dilakukan Ichcha, semakin merasa bersalah terhadap hidup Ichcha, apalagi selesainya tau siapa pelaku yg akan dijebloskan ke penjara atas kesaksian yang diberikan Ichchatersebut, tidak lain putra kandung Ichcha sendiri, Yuvraj.
Sementara itu, Mai, neneknya Yuvraj, menyalahkan Tej atas semua kenakalan yang dilakukan Yuvraj selama ini. Beliau memohon di Tej buat menjauhi cucunya itu. Dia tidak mau ada Vansh lain dalam keluarganya. Beliau ingin keluarganya hidup tenang. Tej hanya tersenyum dingin mendengar permintaan Mai. Dia membela diri jika tidak melakukan apapun, Yuvraj memang sudah musnah asal sananya. Ketika ini Yuvraj menikmati hidupnya pada usia muda itu.
Tej berteriak ke langit, menumpahkan semua dendam yg dirasakan selama ini pada famili Bundela ini. Baldev Singh menikmati ‘bidadari’ di langit serta cucunya melakukan hal yg sama disini, saya hanya penonton. Yuvraj sudah memeliki bibit yg siap dikobarkan pada dirinya. Dia hanya perlu memberi ruang buat itu. Percikan api pada diri Yuvraj akan berkobar serta membakar hangus tempat tinggal ini. Tej akan hayati hening melihat kehancuran keluarga ini, sebab beliau anak tidak legal asal tempat tinggal ini yang tidak pernah diklaim.
Jogi sampai wajib ditenangkan Ichcha menggunakan keputusannya membela Mukta. Ichcha meyakinkan ‘papanya itu’ bahwa beliau membela hak Mukta menjadi gadis. Jika pelakunya orang lain, bukan Yuvraj Veer, maka ia permanen akan berada di pihak si gadis, dia akan selalu berada di pihak kebenaran. Ichcha belajar seluruh itu berasal Jogi. Jogi bangga pada Ichcha, putri yang sudah dibesarkannya itu.
Waktu Veer datang, dia awalnya terkejut melihat Ichcha terdapat bersama Jogi. Ichcha yg belum tau kalau ingatan Veer telah pulih, menjelaskan Bila beliau memberikan kesaksian seperti itu karena sudah menganggap Mukta mirip anak sendiri. Veer yang memang telah tidak tau harus berbuat apa dengan kelakuan Yuvraj, menghormati tindakan yg diambil teacher itu. Veer meminta ma’af pada tuan Jogi atas seluruh kelakuan putranya.
Permasalahn hayati Ichcha serta Veer terus bergulir. Walau mereka mampu berkumpul lagi, tapi orang-orang di kurang lebih mereka yg iri menggunakan kebahagian, ketulusan sikap yang mereka miliki, tidak pernah tinggal membisu buat menghancurkan kehidupan famili mereka. Tidak mampu menghancurkan hubungan Ichcha, Tapasya dan Veer yg pulang membaik,
sehabis kepergian Ichcha, mereka mulai menghancurkan kehidupan generasi berikutnya, anak-anak asal keluarga tadi.
Singkat cerita, perjalanan hayati Meethi menjadi putri Ichcha dan Veer, tak lah mudah. Beliau wajib menjalani kehidupan berliku seperti yang dialami ibunya dulu, Ichcha. Tidak persis sama, tapi kesedihannya sangat seperti. Percintaan dan pernikahannya tidaklah mulus. Ia wajib terpisah berasal suaminya, Akash Chaterji, sebab hasutan orang-orang yang iri serta ikut campur dalam kehidupannya.
Meethi bukan hanya secara fisik sangat seperti menggunakan ibunya, Ichcha, tapi jua secara sifat dan kepribadian. Beliau selalu tersentuh dengan ketidak adilan yg terjadi pada sekitarnya. Ia akan selalu membantu, walau kenyamanan serta kenyamanan hidupnya sendiri di pertaruhkan buat itu.
Sementara itu, Mai, neneknya Yuvraj, menyalahkan Tej atas semua kenakalan yang dilakukan Yuvraj selama ini. Beliau memohon di Tej buat menjauhi cucunya itu. Dia tidak mau ada Vansh lain dalam keluarganya. Beliau ingin keluarganya hidup tenang. Tej hanya tersenyum dingin mendengar permintaan Mai. Dia membela diri jika tidak melakukan apapun, Yuvraj memang sudah musnah asal sananya. Ketika ini Yuvraj menikmati hidupnya pada usia muda itu.
Tej berteriak ke langit, menumpahkan semua dendam yg dirasakan selama ini pada famili Bundela ini. Baldev Singh menikmati ‘bidadari’ di langit serta cucunya melakukan hal yg sama disini, saya hanya penonton. Yuvraj sudah memeliki bibit yg siap dikobarkan pada dirinya. Dia hanya perlu memberi ruang buat itu. Percikan api pada diri Yuvraj akan berkobar serta membakar hangus tempat tinggal ini. Tej akan hayati hening melihat kehancuran keluarga ini, sebab beliau anak tidak legal asal tempat tinggal ini yang tidak pernah diklaim.
Jogi sampai wajib ditenangkan Ichcha menggunakan keputusannya membela Mukta. Ichcha meyakinkan ‘papanya itu’ bahwa beliau membela hak Mukta menjadi gadis. Jika pelakunya orang lain, bukan Yuvraj Veer, maka ia permanen akan berada di pihak si gadis, dia akan selalu berada di pihak kebenaran. Ichcha belajar seluruh itu berasal Jogi. Jogi bangga pada Ichcha, putri yang sudah dibesarkannya itu.
Waktu Veer datang, dia awalnya terkejut melihat Ichcha terdapat bersama Jogi. Ichcha yg belum tau kalau ingatan Veer telah pulih, menjelaskan Bila beliau memberikan kesaksian seperti itu karena sudah menganggap Mukta mirip anak sendiri. Veer yang memang telah tidak tau harus berbuat apa dengan kelakuan Yuvraj, menghormati tindakan yg diambil teacher itu. Veer meminta ma’af pada tuan Jogi atas seluruh kelakuan putranya.
Permasalahn hayati Ichcha serta Veer terus bergulir. Walau mereka mampu berkumpul lagi, tapi orang-orang di kurang lebih mereka yg iri menggunakan kebahagian, ketulusan sikap yang mereka miliki, tidak pernah tinggal membisu buat menghancurkan kehidupan famili mereka. Tidak mampu menghancurkan hubungan Ichcha, Tapasya dan Veer yg pulang membaik,
sehabis kepergian Ichcha, mereka mulai menghancurkan kehidupan generasi berikutnya, anak-anak asal keluarga tadi.
Singkat cerita, perjalanan hayati Meethi menjadi putri Ichcha dan Veer, tak lah mudah. Beliau wajib menjalani kehidupan berliku seperti yang dialami ibunya dulu, Ichcha. Tidak persis sama, tapi kesedihannya sangat seperti. Percintaan dan pernikahannya tidaklah mulus. Ia wajib terpisah berasal suaminya, Akash Chaterji, sebab hasutan orang-orang yang iri serta ikut campur dalam kehidupannya.
Meethi bukan hanya secara fisik sangat seperti menggunakan ibunya, Ichcha, tapi jua secara sifat dan kepribadian. Beliau selalu tersentuh dengan ketidak adilan yg terjadi pada sekitarnya. Ia akan selalu membantu, walau kenyamanan serta kenyamanan hidupnya sendiri di pertaruhkan buat itu.